Tuhan adalah Dia. Dia yang tak bisa kita sentuh ataupun kita lihat. Dia ada
di sekitar kita, mengawasi kita dan memberikan berkah untuk kita. Dia adalah
yang paling adil diantara orang-orang teradil di muka bumi. Dia tidak pernah
peduli dengan pangkat dan kekayaan yang ada dalam diri kita, dia hanya
membutuhkan bukti. Bukti bahwa kita lebih mencintainya daripada ciptaannya.
Hari itu, adalah hari yang
cukup melelahkan untuk para remaja memulai aktivitas seperti biasa, ditambah
pula itu merupakan hari terakhir mereka beraktivitas seperti ini dalam 1
minggu, yang dimana mereka juga menantikan hari Sabtu yang jatuh pada esok
hari. Para remaja UNIKA Soegijapranata itu masih tetap bersemangat berjalan
menembus panas pagi hari dan melawan kantuk mereka untuk melakukan sebuah
tugas, tugas kebaikan yang pasti diberikan kepada setiap manusia. Tidak banyak
yang mereka lakukan, setidaknya rencana itu dapat berjalan dengan sempurna
sesuai dengan rencana mereka pada kemarin dan 2 hari yang lalu saat mereka
merelakan jadwal pulang ke rumah mereka agar bisa melakukan kerja yang
maksimal.
Para remaja itu berkumpul pada
suatu tempat, yang setidaknya semua anggota itu mengetahui persis letak tempat
itu. Mereka membawa 3 kantung plastic besar yang cukup berat. Semua remaja yang
terdiri dari beberapa kelompok itu beriringan bersama meninggalkan titik kumpul
mereka ke suatu tempat tujuan mereka bersama. Hingga tibalah mereka pada tempat
tujuan mereka, mereka memarkirkan motor masing-masing dan berjalan bersama
merencanakan kembali plan B yang mereka siapkan secara tiba-tiba.
Wilayah mereka
adalah kawasan Simpang 5 Semarang, lalu siapa target mereka? Target mereka
adalah para pekerja di daerah tersebut, seperti tukang becak, pembersih jalan
dan lainnya. Mereka lalu membagi kelompok menjadi 2 bagian, dan berpencar.
Salah satu kelompok berjalan bersama dan langsung menemukan 3 pekerja yang
sedang beristirahat bersama.
Mereka lalu mendatangi 3 orang
itu, dan mengambil isi dari plastic besar yang mereka bawa dengan susah payah
tadi, mereka mengambil 3 bungkus nasi kecil yang cukup untuk mengurangi rasa
lapar pembersih jalan itu. Mereka hanya berbincang sebentar, lalu pergi untuk
melanjutkan tugas kebaikan mereka lagi.
Mereka sudah mendapatkan
kelegaan hati sementara, entah darimana rasa itu datang, tetapi mereka bisa
merasakan rasa itu secara tiba-tiba, mungkin senyuman tulus orang lain adalah
kelegaan hati mereka. Mereka berjalan kembali dan kembali menemui seorang
pekerja jalan, mereka berhenti sementara dan mengambil sebungkus nasi kepada
pria yang sedang asyik merokok seraya meresapi keramaian jalan Jumat jam 8 pagi
di daerah itu.
Mereka berjalan kembali, tak
terasa bungkus nasi itu tersisa sedikit lagi untuk dibagikan kepada orang-orang
di sekitarnya, mereka yang kelelahan dan kesal masih harus menghabiskan nasi
itu untuk orang lain, rasa kesal mereka muncul ketika pemberian nasi mereka
ditolak oleh salah satu orang yang mereka temui, dan berkata bahwa dia tidak
terlalu membutuhkan pemberian mereka. Tetapi mereka hanya diam dan melanjutkan
perjalanan untuk membagi nasi mereka kembali.
Fokus mereka perlahan menuju
ke sebuah gerobak besar, dengan seorang ibu yang dikelilingi oleh anjing di
sekitarnya. Mereka dapat mendengar suara anjing menyalak dengan keras yang
justru memberikan daya tarik tersendiri dari mereka untuk mendatanginya. Mereka
lalu datang, dan terkejut dengan apa yang mereka lihat. Seorang ibu, yang
sedang bermain dengan 2 ekor anjing di sekelilingnya, dan anjing-anjing lain
dalam kandang yang terletak pada gerobak besarnya itu.
Mereka lalu mengeluarkan 3
bungkus nasi sisa untuk diberikan kepada ibu itu, mereka dapat berbicang
sedikit, dan menemukan fakta bahwa anjing itu adalah liar dan ibu itu sudah
melakukan pekerjaan ini cukup lama. Ibu itu tidak akan memberikan anjing-anjing
peliharaannya untuk disembelih atau dikonsumsi oleh manusia, dan akan
memberikannya apabila orang itu berjanji untuk meawat anjingi tu. Salah seorang
dari mereka nampak menjauh dari anjing-anjing itu, mengingat bahwa orang itu beragama
muslim dan tak mungkin bisa berdekatan dengan hewan itu.Salah satu dari mereka
yang lain nampak menjauhkan temannya beragama muslim itu dari sekeliling
anjing, seolah mengerti tentang hukum islam walaupun sesungguhnya dia beragama
Katolik. Kemudian mereka memutuskan untuk pergi dari tempat itu, untuk kembali
ke tempat mereka berkumpul semula sebelum merekaberpencar membagikan nasi
bungkus itu.
Selama perjalanan mereka masih
terdiam dengan pikiran masing-masing. Berpikir tentang pelajaran yang mereka
dapatkan melalui sebungkus nasi kecil yang mereka berikan tadi pagi. Mereka
tidak memakan nasi itu, mereka juga tidak mendapatkan imbalan berupa bayaran
dari orang-orang yang mereka berikan selain ucapan terimakasih dan doa-doa yang
terlontar dari mulut lemah mereka, tetapi mereka merasakan kenyamanan hati yang
entah datang darimana asalnya. Dari sebungkus nasi itu pula, mereka belajar
akan arti toleransi dan kerjasama antar anggota tanpa mereka sadari,
mungkinmerekamengerjakanitusemuadenganbahagiaataudenganpikiran yang belum
tenang akibat pelajaran yang akan ada pada siangnya, tetapi sesungguhnya
kebaikan kecil mereka memberikan senyuman penuh art iuntuk orang di sekitar
mereka.
“Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang
baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.s.
Ali ‘Imran: 148).
Pendamping : Gregorius Daru Wijoyoko
Inspiratif!!
BalasHapusArtikel yang sangat menarik! Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menginspirasi semua orang :) Teruslah Berkarya dan Tuhan Memberkati ^^
BalasHapusEnggak cuman tentang sebungkus nasi tapi juga mengenai sebuah wujud kepedulian antar sesama manusia. Selain itu setiap kita melakukan kebaikan yang tanpa meminta balasan,hanya sebuah senyuman yang diberikan saja sudah memberikan kebahagian untuk kita. Terus berkarya dan tetap konsisten berpartisipasi untuk perdamaian di dunia :)
BalasHapusArtikel yg menginspirasi. dengan sebungkus nasi dpt bermanfaat bagi org lain
BalasHapusSemoga kt bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan, terus berkarya
BalasHapusSebungkus nasi sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan untuk itu lah jangan sia2 kan meskipun hanya sebungkus nasi. Berbagilah dengan sesama jika memang itu butuhkan. Goodluck
BalasHapusSebungkus nasi sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan untuk itu lah jangan sia2 kan meskipun hanya sebungkus nasi. Berbagilah dengan sesama jika memang itu butuhkan. Goodluck
BalasHapus