Minggu, 29 November 2015

Kebaikan Sebungkus Nasi

Tuhan adalah Dia. Dia yang tak bisa kita sentuh ataupun kita lihat. Dia ada di sekitar kita, mengawasi kita dan memberikan berkah untuk kita. Dia adalah yang paling adil diantara orang-orang teradil di muka bumi. Dia tidak pernah peduli dengan pangkat dan kekayaan yang ada dalam diri kita, dia hanya membutuhkan bukti. Bukti bahwa kita lebih mencintainya daripada ciptaannya.
 
Hari itu, adalah hari yang cukup melelahkan untuk para remaja memulai aktivitas seperti biasa, ditambah pula itu merupakan hari terakhir mereka beraktivitas seperti ini dalam 1 minggu, yang dimana mereka juga menantikan hari Sabtu yang jatuh pada esok hari. Para remaja UNIKA Soegijapranata itu masih tetap bersemangat berjalan menembus panas pagi hari dan melawan kantuk mereka untuk melakukan sebuah tugas, tugas kebaikan yang pasti diberikan kepada setiap manusia. Tidak banyak yang mereka lakukan, setidaknya rencana itu dapat berjalan dengan sempurna sesuai dengan rencana mereka pada kemarin dan 2 hari yang lalu saat mereka merelakan jadwal pulang ke rumah mereka agar bisa melakukan kerja yang maksimal.
   
Para remaja itu berkumpul pada suatu tempat, yang setidaknya semua anggota itu mengetahui persis letak tempat itu. Mereka membawa 3 kantung plastic besar yang cukup berat. Semua remaja yang terdiri dari beberapa kelompok itu beriringan bersama meninggalkan titik kumpul mereka ke suatu tempat tujuan mereka bersama. Hingga tibalah mereka pada tempat tujuan mereka, mereka memarkirkan motor masing-masing dan berjalan bersama merencanakan kembali plan B yang mereka siapkan secara tiba-tiba.
 
Wilayah mereka adalah kawasan Simpang 5 Semarang, lalu siapa target mereka? Target mereka adalah para pekerja di daerah tersebut, seperti tukang becak, pembersih jalan dan lainnya. Mereka lalu membagi kelompok menjadi 2 bagian, dan berpencar. Salah satu kelompok berjalan bersama dan langsung menemukan 3 pekerja yang sedang beristirahat bersama. 

Mereka lalu mendatangi 3 orang itu, dan mengambil isi dari plastic besar yang mereka bawa dengan susah payah tadi, mereka mengambil 3 bungkus nasi kecil yang cukup untuk mengurangi rasa lapar pembersih jalan itu. Mereka hanya berbincang sebentar, lalu pergi untuk melanjutkan tugas kebaikan mereka lagi.

Mereka sudah mendapatkan kelegaan hati sementara, entah darimana rasa itu datang, tetapi mereka bisa merasakan rasa itu secara tiba-tiba, mungkin senyuman tulus orang lain adalah kelegaan hati mereka. Mereka berjalan kembali dan kembali menemui seorang pekerja jalan, mereka berhenti sementara dan mengambil sebungkus nasi kepada pria yang sedang asyik merokok seraya meresapi keramaian jalan Jumat jam 8 pagi di daerah itu.

Mereka berjalan kembali, tak terasa bungkus nasi itu tersisa sedikit lagi untuk dibagikan kepada orang-orang di sekitarnya, mereka yang kelelahan dan kesal masih harus menghabiskan nasi itu untuk orang lain, rasa kesal mereka muncul ketika pemberian nasi mereka ditolak oleh salah satu orang yang mereka temui, dan berkata bahwa dia tidak terlalu membutuhkan pemberian mereka. Tetapi mereka hanya diam dan melanjutkan perjalanan untuk membagi nasi mereka kembali. 

Fokus mereka perlahan menuju ke sebuah gerobak besar, dengan seorang ibu yang dikelilingi oleh anjing di sekitarnya. Mereka dapat mendengar suara anjing menyalak dengan keras yang justru memberikan daya tarik tersendiri dari mereka untuk mendatanginya. Mereka lalu datang, dan terkejut dengan apa yang mereka lihat. Seorang ibu, yang sedang bermain dengan 2 ekor anjing di sekelilingnya, dan anjing-anjing lain dalam kandang yang terletak pada gerobak besarnya itu.
  
Mereka lalu mengeluarkan 3 bungkus nasi sisa untuk diberikan kepada ibu itu, mereka dapat berbicang sedikit, dan menemukan fakta bahwa anjing itu adalah liar dan ibu itu sudah melakukan pekerjaan ini cukup lama. Ibu itu tidak akan memberikan anjing-anjing peliharaannya untuk disembelih atau dikonsumsi oleh manusia, dan akan memberikannya apabila orang itu berjanji untuk meawat anjingi tu. Salah seorang dari mereka nampak menjauh dari anjing-anjing itu, mengingat bahwa orang itu beragama muslim dan tak mungkin bisa berdekatan dengan hewan itu.Salah satu dari mereka yang lain nampak menjauhkan temannya beragama muslim itu dari sekeliling anjing, seolah mengerti tentang hukum islam walaupun sesungguhnya dia beragama Katolik. Kemudian mereka memutuskan untuk pergi dari tempat itu, untuk kembali ke tempat mereka berkumpul semula sebelum merekaberpencar membagikan nasi bungkus itu.

Selama perjalanan mereka masih terdiam dengan pikiran masing-masing. Berpikir tentang pelajaran yang mereka dapatkan melalui sebungkus nasi kecil yang mereka berikan tadi pagi. Mereka tidak memakan nasi itu, mereka juga tidak mendapatkan imbalan berupa bayaran dari orang-orang yang mereka berikan selain ucapan terimakasih dan doa-doa yang terlontar dari mulut lemah mereka, tetapi mereka merasakan kenyamanan hati yang entah datang darimana asalnya. Dari sebungkus nasi itu pula, mereka belajar akan arti toleransi dan kerjasama antar anggota tanpa mereka sadari, mungkinmerekamengerjakanitusemuadenganbahagiaataudenganpikiran yang belum tenang akibat pelajaran yang akan ada pada siangnya, tetapi sesungguhnya kebaikan kecil mereka memberikan senyuman penuh art iuntuk orang di sekitar mereka. 
 
“Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.s. Ali ‘Imran: 148).

                        

Pendamping : Gregorius Daru Wijoyoko 








7 komentar:

  1. Artikel yang sangat menarik! Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menginspirasi semua orang :) Teruslah Berkarya dan Tuhan Memberkati ^^

    BalasHapus
  2. Enggak cuman tentang sebungkus nasi tapi juga mengenai sebuah wujud kepedulian antar sesama manusia. Selain itu setiap kita melakukan kebaikan yang tanpa meminta balasan,hanya sebuah senyuman yang diberikan saja sudah memberikan kebahagian untuk kita. Terus berkarya dan tetap konsisten berpartisipasi untuk perdamaian di dunia :)

    BalasHapus
  3. Artikel yg menginspirasi. dengan sebungkus nasi dpt bermanfaat bagi org lain

    BalasHapus
  4. Semoga kt bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan, terus berkarya

    BalasHapus
  5. Sebungkus nasi sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan untuk itu lah jangan sia2 kan meskipun hanya sebungkus nasi. Berbagilah dengan sesama jika memang itu butuhkan. Goodluck

    BalasHapus
  6. Sebungkus nasi sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan untuk itu lah jangan sia2 kan meskipun hanya sebungkus nasi. Berbagilah dengan sesama jika memang itu butuhkan. Goodluck

    BalasHapus