Minggu, 29 November 2015

Tokoh-Tokoh Perdamaian

"Perdamaian itu diciptakan untuk kepentingan semua umat manusia, bukan untuk kepentingan pribadi"

Itulah kata yang terlintas di pikiran saya setiap mengingat makna perdamaian dalam arti yang luas. Dalam perdamaian, semua orang akan berpartisipasi untuk menciptakannya, demi untuk menciptakan situasi yang nyaman dan aman. Beberapa orang juga melakukan pergerakan dengan menciptakan perdamaian dalam arti lain, bukan lagi perdamaian dalam menghentikan perang, tetapi perdamaian dalam diri dan untuk orang lain, melalui berbagai cara lembut yang mereka rencanakan.

Dan ini adalah beberapa contoh tokoh-tokoh dunia yang berhasil membantu menciptakan kedamaian.

1. Mahatma Gandhi 
                                                       

Wajah Gandhi di usia tua tersenyum, mengenakan kacamata, dan dengan sabuk putih di atas bahu kanannya


Siapa yang tidak mengenal Mahatma Gandhi sebagai salah satu pemuka spiritual di India dan sebagai politikus yang merupakan bagian penting yang terlibat dalam "Gerakan Kemerdekaan India", aktivis yang tidak menggunakan kekerasan dan bergerak melalui aksi demonstrasi damai.
Gandhi terkenal dengan 4 cara damainya, yaitu
  1. Ahimsa: menganjurkan perdamaian dan anti dengan perang, yang artinya melawan Inggris tanpa kekerasan
  2. Hartal: dalam bentuk aksi, dengan cara tidak melakukan apapun untuk pemerintah kolonial Inggris.
  3. Satyagraha:Tidak mau bekerjasama dengan pemerintah kolonial inggris dalam bentuk apapun
  4. Swadeshi: dalam bentuk aksi dengan tidak memakai bahan-bahan buatan Inggris dan mengutamakan buatan negara sendiri.
 Dikala itu, banyak pihak yang menginginkan agar India terbagi menjadi beberapa negara, yang dimaksudkan agar setiap agama memiliki otonomi daerah sendiri-sendiri. Disini, Gandhi berkedudukan sebagai seorang Hindu yang taat, namun dia menyukai ide-ide dari agama-agama lain, termasuk islam dan kristen. Dia beranggapan bahwa manusia dari segala agama, harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai dalam satu negara. Namun pada tahun 1947, India merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.

Sayangnya, pada 30 Januari 1948, setahun setelah pecahnya India menjadi 2 negara bagian, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada muslim.  Pelakunya adalah Nathuram Godse, simpatisan kelompok ekstrem Hindu Mahasabha, yang kemudian dihukum mati pada 1949. 

"Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan". 
 Mahatma Gandhi 

2. Man Hee Lee



Man Hee Lee adalah salah satu tokoh yang berasal Korea Selatan yang merupakan seorang veteran perang Korea (1950-1953). Niatnya dalam mengembalikan agama ke posisi aslinya sebagai sumber kedamaian, membawanya menjadi duta perdamaian demi terwujudnya perdamaian. Melalui lembaga yang didirikannya, Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL), ia melakukan perjalanan berkeliling ke seluruh dunia untuk bertemu dengan orang-orang penting dalam menciptakan perdamaian. Melalui HWPL, Lee berhasil menjadi inspirator, inisiator dan pendampingan. Salah satu keberhasilannya adalah mendamaikan umat Katolik dan umat Islam di Filipina yang sudah terlibat konflik selaam 40 tahun. 
Momen yang paling bersejarah terjadi ketika para pemimpin politik, para pemimpin agama, para pemimpin organisasi kepemudaan, para aktivis perempuan, menandangani naskah perdamaian dunia yang disebut “Unity of Religion Agreement” (Deklarasi Perjanjian Agama) pada September 2014 di Olympic Stadium Seoul. Naskah itu menjadi semacam spirit sekaligus “buku suci” yang lahir dari ikhtiar untuk saling berdialog, bekerjasama, memahami orang lain sebagai elemen penting kehidupan, dan berakhirnya berbagai bentuk kebencian dan  peperangan. 1500 peserta menyatakan diri siap menjadi duta perdamaian dunia pada momen bersejarah itu.

"Untuk semua pemuda. Kita telah dilahirkan di dunia ini untuk membawa perdamaian di antara orang-orang sepertimu. Ayo kita kumpulkan semua kekuatan dan menjadi salah satu untuk mengalahkan keinginan adanya perang dan bawalah perdamaian ke bumi"
Mr. Man Hee Lee

3. Mother Theresa 


Hasil gambar untuk mother teresa



Misionaris Cinta Kasih adalah misinya dalam menciptakan perdamaian dunia yang terkenal hingga dunia internasional untuk pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin dan tak berdaya. Ia mendapatkan beberapa jenis penghargaan, contohnya adalah Penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 1979 dan penghargaan pemerintah India, Bharat Ratna (1980). 

4. Kita 

Kenapa saya bisa mengatakan kita? Karena semua orang mampu menciptakan perdamaian dengan cara sendiri-sendiri. Tidak ada cara khusus menciptkana perdamaian, perdamaian muncul dari hati dan tercipta untuk hati kembali. Tak perlu menjadi seorang superhero untuk menciptakan perdamaian seperti di komik, cukup menjadi diri sendiri dan membuat perdamaian itu menjadi indah dengan cara kita. Kita juga merupakan agen perdamaian dunia, yang mampu merubah dunia sesuai dengan sudut pandangn kebanyakan orang dengan damai. Tanpa adanya kita, perdamaian belum tentu muncul kembali.

Apakah kamu adalah tokoh perdamaian selanjutnya?

Pendamping : Gregorius Daru Wijoyoko 






Kebaikan Sebungkus Nasi

Tuhan adalah Dia. Dia yang tak bisa kita sentuh ataupun kita lihat. Dia ada di sekitar kita, mengawasi kita dan memberikan berkah untuk kita. Dia adalah yang paling adil diantara orang-orang teradil di muka bumi. Dia tidak pernah peduli dengan pangkat dan kekayaan yang ada dalam diri kita, dia hanya membutuhkan bukti. Bukti bahwa kita lebih mencintainya daripada ciptaannya.
 
Hari itu, adalah hari yang cukup melelahkan untuk para remaja memulai aktivitas seperti biasa, ditambah pula itu merupakan hari terakhir mereka beraktivitas seperti ini dalam 1 minggu, yang dimana mereka juga menantikan hari Sabtu yang jatuh pada esok hari. Para remaja UNIKA Soegijapranata itu masih tetap bersemangat berjalan menembus panas pagi hari dan melawan kantuk mereka untuk melakukan sebuah tugas, tugas kebaikan yang pasti diberikan kepada setiap manusia. Tidak banyak yang mereka lakukan, setidaknya rencana itu dapat berjalan dengan sempurna sesuai dengan rencana mereka pada kemarin dan 2 hari yang lalu saat mereka merelakan jadwal pulang ke rumah mereka agar bisa melakukan kerja yang maksimal.
   
Para remaja itu berkumpul pada suatu tempat, yang setidaknya semua anggota itu mengetahui persis letak tempat itu. Mereka membawa 3 kantung plastic besar yang cukup berat. Semua remaja yang terdiri dari beberapa kelompok itu beriringan bersama meninggalkan titik kumpul mereka ke suatu tempat tujuan mereka bersama. Hingga tibalah mereka pada tempat tujuan mereka, mereka memarkirkan motor masing-masing dan berjalan bersama merencanakan kembali plan B yang mereka siapkan secara tiba-tiba.
 
Wilayah mereka adalah kawasan Simpang 5 Semarang, lalu siapa target mereka? Target mereka adalah para pekerja di daerah tersebut, seperti tukang becak, pembersih jalan dan lainnya. Mereka lalu membagi kelompok menjadi 2 bagian, dan berpencar. Salah satu kelompok berjalan bersama dan langsung menemukan 3 pekerja yang sedang beristirahat bersama. 

Mereka lalu mendatangi 3 orang itu, dan mengambil isi dari plastic besar yang mereka bawa dengan susah payah tadi, mereka mengambil 3 bungkus nasi kecil yang cukup untuk mengurangi rasa lapar pembersih jalan itu. Mereka hanya berbincang sebentar, lalu pergi untuk melanjutkan tugas kebaikan mereka lagi.

Mereka sudah mendapatkan kelegaan hati sementara, entah darimana rasa itu datang, tetapi mereka bisa merasakan rasa itu secara tiba-tiba, mungkin senyuman tulus orang lain adalah kelegaan hati mereka. Mereka berjalan kembali dan kembali menemui seorang pekerja jalan, mereka berhenti sementara dan mengambil sebungkus nasi kepada pria yang sedang asyik merokok seraya meresapi keramaian jalan Jumat jam 8 pagi di daerah itu.

Mereka berjalan kembali, tak terasa bungkus nasi itu tersisa sedikit lagi untuk dibagikan kepada orang-orang di sekitarnya, mereka yang kelelahan dan kesal masih harus menghabiskan nasi itu untuk orang lain, rasa kesal mereka muncul ketika pemberian nasi mereka ditolak oleh salah satu orang yang mereka temui, dan berkata bahwa dia tidak terlalu membutuhkan pemberian mereka. Tetapi mereka hanya diam dan melanjutkan perjalanan untuk membagi nasi mereka kembali. 

Fokus mereka perlahan menuju ke sebuah gerobak besar, dengan seorang ibu yang dikelilingi oleh anjing di sekitarnya. Mereka dapat mendengar suara anjing menyalak dengan keras yang justru memberikan daya tarik tersendiri dari mereka untuk mendatanginya. Mereka lalu datang, dan terkejut dengan apa yang mereka lihat. Seorang ibu, yang sedang bermain dengan 2 ekor anjing di sekelilingnya, dan anjing-anjing lain dalam kandang yang terletak pada gerobak besarnya itu.
  
Mereka lalu mengeluarkan 3 bungkus nasi sisa untuk diberikan kepada ibu itu, mereka dapat berbicang sedikit, dan menemukan fakta bahwa anjing itu adalah liar dan ibu itu sudah melakukan pekerjaan ini cukup lama. Ibu itu tidak akan memberikan anjing-anjing peliharaannya untuk disembelih atau dikonsumsi oleh manusia, dan akan memberikannya apabila orang itu berjanji untuk meawat anjingi tu. Salah seorang dari mereka nampak menjauh dari anjing-anjing itu, mengingat bahwa orang itu beragama muslim dan tak mungkin bisa berdekatan dengan hewan itu.Salah satu dari mereka yang lain nampak menjauhkan temannya beragama muslim itu dari sekeliling anjing, seolah mengerti tentang hukum islam walaupun sesungguhnya dia beragama Katolik. Kemudian mereka memutuskan untuk pergi dari tempat itu, untuk kembali ke tempat mereka berkumpul semula sebelum merekaberpencar membagikan nasi bungkus itu.

Selama perjalanan mereka masih terdiam dengan pikiran masing-masing. Berpikir tentang pelajaran yang mereka dapatkan melalui sebungkus nasi kecil yang mereka berikan tadi pagi. Mereka tidak memakan nasi itu, mereka juga tidak mendapatkan imbalan berupa bayaran dari orang-orang yang mereka berikan selain ucapan terimakasih dan doa-doa yang terlontar dari mulut lemah mereka, tetapi mereka merasakan kenyamanan hati yang entah datang darimana asalnya. Dari sebungkus nasi itu pula, mereka belajar akan arti toleransi dan kerjasama antar anggota tanpa mereka sadari, mungkinmerekamengerjakanitusemuadenganbahagiaataudenganpikiran yang belum tenang akibat pelajaran yang akan ada pada siangnya, tetapi sesungguhnya kebaikan kecil mereka memberikan senyuman penuh art iuntuk orang di sekitar mereka. 
 
“Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.s. Ali ‘Imran: 148).

                        

Pendamping : Gregorius Daru Wijoyoko 








Minggu, 01 November 2015

Lagu-Lagu Perdamaian

Seperti biasanya, semua orang sangat menginginkan adanya perdamaian antara umat manusia. Semua orang juga menyerukan perdamaian melalui berbagai cara, tulisan, artikel, film, hingga lagu yang diciptakan untuk mengajak orang-orang agar ingin ikut berpartisipasi menegakkan perdamaian. Seperti beberapa lagu yang akan saya bahas pada artikel ini.

1. We Will Not Go Down (song for Gaza) - Michael Heart
 Inilah lagu yang paling menyentuh rasa kemanusiaan kita. We Will Not Go Down (Michael Heart) adalah sebuah lagu yang diperuntukan bagi rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza yang sangat menderita akibat invasi Israel dan sekutunya. Lagu ini bersifat universal sebagai dukungan kepada korban pelanggaran HAM dan korban perang. Dalam klipnya digambarkan bagaimana hancurnya rakyat Gaza akibat perang. Semua orang yang akan mendengarnya pasti akan meneteskan airmata ketika mengingat kembali korban perang rakyat Gaza. Lirik yang paling menyentuh adalah lirik paling terakhir :

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In the night, without a fight
We will not go down
In Gaza tonight 

2. Imagine - John Lennon
   
Lagu Imagine akrab ditelinga kita sebagai backsound berita mengenai peperangan, pertikaian, kerusuhan bahkan bencana alam dan lain sebagainya. Lagu Imagine dibawakan oleh John Lenon (personil The Beatles) pada tahun 1971. Lagu ini kira-kira menceritakan tentang semua orang hidup damai. Membayangkan jika di dunia ini tidak ada keserakahan dan kelaparan. Lirik lagu ini cukup menyayat apabila kita mengetahui maksud lirik itu, dimana dia berharap akan adanya perdamaian. 


Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace...
You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one

 3.  Heal the World - Michael Jackson
    Dalam video klip lagu tersebut menggambarkan tentang kehidupan anak-anak yang hidup dan tinggal di negara-negara yang menderita kerusuhan. Bermain bola diantara tank-tank tempur. Sangat menyentuh dan membuat sedih. Lagu dari raja pop dunia, Michael Jackson (MJ), Heal The World juga mengajak seluruh orang untuk mencintai perdamaian dan bersatu untuk saling menyayangi. Tanpa ada permusuhan. Menyisihkan lebih banyak ruang di hati untuk “cinta”. Untuk generasi akan datang dan membuat dunia yang lebih baik. 

Heal the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human race
There are people dying
If you care enough for the living
Make it a better place
For you and for me
If you want to know why
There's love that cannot lie
Love is strong
It only cares of joyful giving
If we try we shall see
In this bliss we cannot feel
Fear of dread
We stop existing and start living

 4. Wake Me Up by Avici
Wake Me Up menceritakan tentang pencarian jati diri seorang anak muda tapi dia tersesat dan melakukan kesalahan dalam proses pencarian itu. Dia mulai sadar dan ingin dibangunkan dari perilakunya yang salah.
kadang kita tidak sadar dengan kelakuan kita, meski sesungguhnya kita tahu apa yang kita lakukan.
kita juga tidak bisa menunggu sampai tua untuk berubah jadi bijak, sementara kita tidak selamanya muda dan terus bersenang-senang. Lagu ini mengajak kita untuk berdamai dengan diri sendiri, mengajak diri sendiri untuk menjadi baik, dan memaafkan segala kesalahan yang pernah terjadi pada kita. 
Apakah kita sudah berdamai dengan diri?


So wake me up when it's all over
When I'm wiser and I'm older
All this time I was finding myself
And I didn't know I was lost

I tried carrying the weight of the world
But I only have two hands
Hope I get the chance to travel the world
But I don't have any plans

Wish that I could stay forever this young
Not afraid to close my eyes
Life's a game made for everyone
And love is the prize

Ini adalah beberapa contoh lagu perdamaian yang dinyanyikan oleh penyanyi dunia. Semoga, kita bisa bersama-sama membangun dunia, tanpa memandang perbedaan antara kita. 

Pendamping : Gregorius Daru Wijoyoko 

 

Sabtu, 31 Oktober 2015

Tolikara : Tentang Konflik Agama, Mayoritas-Minoritas

Suasana Idul Fitri di Kabupaten Tolikara, Papua terusik dengan berita kerusuhan yang menyebabkan satu orang meninggal dan belasan terluka karena tembakan aparat; serta puluhan kios dan sebuah musholla di dekatnya dibakar (menurut satu versi, musholla bukan target utama tapi ikut terbakar). Namun, sebagian lain, sayangnya sudah merambah hingga ke tingkat isu ini menjadi konflik kekerasan antara Kristen dan Muslim mungkin juga ada yang memperluasnya untuk berbicara mengenai Muslim-Kristen di dunia!

Apakah ini “konflik agama”?

Pertama, setiap ada konflik yang melibatkan atau menggunakan simbol-simbol agama dan mengenai umat beragama, hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa setiap konflik. Istilah “konflik agama” bisa saja digunakan untuk peristiwa dimana simbol agama dirusak, misalnya, atau identitas keagamaan orang-orang yang terlibat dalam konflik itu (pelaku atau korban) tampak nyata 

Namun setiap konflik biasanya memiliki banyak penyebab. Konflik agama tidaklah sepenuhnya mengenai agama. Dalam kasus di Tolikara, konteks penting adalah kompleksitas dan kerentanan persoalan Papua pada umumnya. Kerentanan ini, seperti bisa dilihat dalam beragam kasus-kasus non-agama lainnya di Papua, kerap direspon oleh aparat keamanan secara represif dengan menggunakan senjata—untuk melukai atau membunuh. Secara lebih khusus, Kabupaten Tolikara sendiri  cukup rawan-politik, seperti tampak dalam konflik di sekitar Pilkada pada Februari 2015

Satu kecenderungan lain adalah adanya persaingan antara Gereja Injili di Indonesia (GIDI) yang mendominasi di daerah itu dengan kelompok agama lainnya (termasuk dengan Kristen denominasi yang berbeda). Situasi ini bisa jadi sudah menyediakan lahan yang siap diolah sewaktu-waktu untuk meletusnya konflik jenis apapun. Maka hal remeh, seperti soal speaker bisa dengan mudah meletuskan konflik kekerasan, bahkan merenggut korban jiwa. Jadi bagaimana mengidentifikasi “kasus Tolikara”? Apakah kasus Tolikara adalah kasus GIDI, atau kasus konflik yang diletuskan menjadi kekerasan akibat aparat yang represif secara berlebihan, atau kasus lain?

Isu utama “kerawanan Papua” sesungguhnya jauh dari agama. Dalam Papua Road Map, misalnya, yang merupakan hasil kajian LIPI (2008), ada empat masalah utama yang diidentifikasi sebagai akar persoalan Papua, dan di sana, agama sama sekali bukan sumber masalah. Tanpa mengingkari adanya gesekan-gesekan antar umat beragama (Kristen dengan Muslim, denominasi Kristen tertentu dengan denominasi lain dan dengan Katolik, juga antara kelompok-kelompok Muslim sendiri), lembaga-lembaga keagamaan arus utama sebetulnya justru lebih dikenal sebagai aktor perdamaian.

Dalam konteks ini salah satu contoh yang bisa diambil adalah Pater Neles Tebay, seorang pemimpin Katolik yang dikenal juga sebagai Koordinator Jaringan Damai Papua. Dalam pernyataannya mengenai insiden di Tolikara, Pater Neles mengungkapkan, “Budaya Papua tidak mengajarkan orang untuk mengganggu, apalagi membakar tempat ibadah.” Menurutnya, pembakaran mushala di Tolikara adalah peristiwa pertama dalam sejarah Papua di mana sebuah tempat ibadah dibakar. “Maka, sebagai orang Papua, saya memohon maaf atas peristiwa yang melanggar norma adat ini,” katanya.

Pernyataan yang dengan segera dikeluarkan oleh organisasi-organisasi masyarakat Kristen dan Muslim arus utama menunjukkan hal itu. Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), memulai pernyataannya dengan menyesalkan peristiwa yang telah menodai kekhusukan dan kegembiraan umat Muslim dalam merayakan Idul Fitri, serta mengecam dengan keras pembubaran Sholat Ied dan pembakaran mesjid. Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua “Menyerukan kepada umat Islam di seluruh Indonesia untuk tidak menjadikan peristiwa kekerasan Tolikara ini sebagai alasan untuk melahirkan kekerasan-kekerasan baru, atas nama “jihad”.

Masyarakat Papua—apapun agamanya—dengan segala keterbatasannya, dengan segala kesulitannya, dan perlakuan yang buruk selama puluhan tahun, telah kerap diuji dengan persoalan-persoalan sulit semacam ini. Sementara masyarakat memperkuat dirinya dengan aliansi-aliansi dan ide-ide yang melampaui batas-batas agamanya, kerap kali yang disesalkan adalah pemerintah pusat dan daerah yang salah langkah atau bahkan memperburuk situasi, dan tindakan aparat keamanan yang represif secara tak terukur. Yang terakhir ini tampak jelas dalam penanganan kasus Tolikara.

Sumber : http://crcs.ugm.ac.id/main/news/3511/tolikara-idul-fitri-2015-tentang-konflik-agama-mayoritas-minoritas-dan-perjuangan-tanah-damai.html

penbimbing : G. Daru Wijoyoko


Perdamaian Menurut Islam

Nama : Wisye Ananda Patma .A.
NIM : 15.E1.0140
Kelas : 02


Sebelumnya kita membahas tentang perdamaian yang diartikan secara luas, dimana disitu dikatakan bahwa perdamaian merupakan disaat tenang, ama, dan kondusif. Lalu bagaimana islam memandang perdamaian itu sendiri?

Cukup dengan mendengarkan ucapan yang dianjurkan untuk disampaikan pada setiap pertemuan. "Assalamu 'Alaikum" (Damai untuk Anda), seseorang dapat menghayati bahwa kedamaian yang didambakan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pihak lain.

Perdamaian merupakan salah satu ciri utama agama Islam. Ia lahir dari pandangan ajarannya tentang Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, alam, dan manusia.Allah, Tuhan Yang Maha Esa, adalah Maha Esa, Dia yang menciptakan segala sesuatu berdasarkan kehendak-Nya semata. Semua ciptaan-Nya adalah baik dan serasi, sehingga tidak mungkin kebaikan dan keserasian itu mengantar kepada kekacauan dan pertentangan. Dari sini bermula kedamaian antara seluruh ciptaan-Nya.

 "Kami menciptakan semua yang hidup dan air" (QS Al-Anbiya' [21]: 22)
Dalam ajaran Islam bahwa perdamaian merupakan kunci pokok menjalin hubungan antar umat manusia, sedangkan perang dan pertikaian adalah sumber mala petaka yang berdampak pada kerusakan sosial. Agama mulia ini sangat memperhatikan keselamatan dan perdamaian, juga menyeru kepada umat manusia agar selalu hidup rukun dan damai dengan tidak mengikuti hawa nafsu dan godaan Syaitan,
Paling tidak ada beberapa ajaran Islam yang berorientasi kepada pembentukan perdamaian di tengah umat manusia, sehingga mereka dapat hidup sejahtera dan harmonis, diantaranya : 

1. Larangan Melakukan Kedzaliman.
Islam sebagai agama yang membawa misi perdamaian dengan tegas mengharamkan kepada umat manusia melakukan kedzaliman, kapan dan di mana saja. Firman Allah :  

Dan barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.[4] (QS. 25:19) 

2.   Persamaan Derajat
Persamaan derajat di antara manusia merupakan salah satu hal yang ditekankan dalam Islam. Tidak ada perbedaan antara satu gologan dengan golongan lain, semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kaya, miskin, pejabat, pegawai, perbedaan kulit, etnis dan bahasa bukanlah alasan untuk mengistimewakan kelompok atas kelompok lainnya. Dengan adanya persamaan derajat itu, maka semakin meminimalisir timbulnya benih-benih kebencian dan permusuhan di antara manusia, sehingga semuanya dapat hidup rukun dan damai.

3. Menjunjung Tinggi Keadilan
Islam menekankan perdamaian dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat, keadilan harus diterapkan untuk siapa saja, karena dengan ditegakkannya keadilan itu, makan tidak ada seorang pun yang dikecewakan atau didiskriminasi sehingga dapat merendam rasa permusuhan, dengan demikian konflik tidak akan terjadi 

Jadi, islam merupakan agama yang sangat mendambakan perdamaian di muka bumi ini. Dengan segala perintah Allah, Islam dianjurkan untuk memandang semua orang sama, dan menegakkan arti toleransi diantara sesamanya. Islam tidak pernah mengajarkan untuk membunuh pemeluk agama lain, melainkan justru menghargai pemeluk selain agama islam. Karena perbedaan itu sangat indah.
 
 Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia”. (Q.s. fushshilat 34)    

Adapun hamba-hamba tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan salam”. (Q.s. al-Furqan 63)

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”. (Q.s. Ali Imran 133-134).

Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat), kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah meciptakan mereka”. (Q.s. hud 118-119).
 
penbimbing : G. Daru Wijoyoko

Rabu, 21 Oktober 2015

Perdamaian

Nama : Wisye Ananda P.A
NIM : 15.E1.0140

Kita tak asing ketika mendengar istilah 'perdamaian' dalam kehidupan kita. Bahkan kita sering mendengar kata itu terucap berulang kali pada setiap individu di lingkungan kita, maupun rumah ataupun tempat kerja kita. Tapi, apakah sebenarnya perdamaian itu? Perdamaian membawa konsep positif untuk setiap orang yang mendengarnya, dan hal ini merupakan tujuan manusia yang manusiawi ketika mereka mampu menciptakan perdamaian di kehidupan dan sekeliling mereka.

Definisi menurut Sumber :
 
1. Damai memiliki banyak arti: arti kedamaian berubah sesuai dengan hubungannya dengan kalimat. Perdamaian dapat menunjuk ke persetujuan mengakhiri sebuah perang, atau ketiadaan perang, atau ke sebuah periode di mana sebuah angkatan bersenjata tidak memerangi musuh. Damai dapat juga berarti sebuah keadaan tenang, seperti yang umum di tempat-tempat yang terpencil, mengijinkan untuk tidur atau meditasi. Damai dapat juga menggambarkan keadaan emosi dalam diri dan akhirnya damai juga dapat berarti kombinasi dari definisi-definisi di atas. (https://id.wikipedia.org/wiki/Damai)

2. Perdamaian dalam arti yang luas adalah, “penyesuaian dan pengarahan yang baik dari orang seorang terhadap Penciptanya pada satu pihak dan kepada sesamanya pada pihak yang lain”. Hal ini berlaku bagi keseluruhan hubungan konsentris (bertitik pusat yang sama) antara seorang dengan orang lainnya, seseorang dengan masyarakat, masyarakat dengan masyarakat, bangsa dengan bangsa dan pendek kata antara keseluruhan umat manusia satu sama lainnya, dan antara manusia dan alam semesta.(http://neetatakky.blogspot.co.id/2011/05/pengertian-perdamaian-menurut-para-ahli.html)

3. Sebuah definisi yang sederhana dan sempit dari damai adalah ketiadaan perang. (bahasa Roma kuno untuk damai adalah Pax yang didefinisikan sebagai Absentia Belli, ketiadaan perang). Dengan definisi seperti ini, kita dapat menganggap Congo, Sudan, dan mungkin Korea Utara dalam keadaan damai karena mereka tidak sedang berperang dengan musuh dari luar. (https://id.wikipedia.org/wiki/Damai)

Jadi kesimpulan sementara, perdamaian adalah suatu keadaan dimana tidak adanya perang, tidak adanya musuh, dan keadaan yang sangat tenang. Perdamaian juga merupakan tujuan dunia dan akan tetap di jaga oleh seluruh dunia, sama seperti isi UUD 1945 alinea ke-4 yang berbunyi "..... Ikut melaksanakan ketertiban dunia...." yang artinya bahwa negara kita pun juga turut ikut dalam menjaga perdamaian dunia. 


penbimbing : G. Daru Wijoyoko